Senin, 27 Mei 2013

Tugas Helena Ria




PERISTIWA PENINGGALAN SEJARAH DAN MONUMEN PERINGATAN PERISTIWA BERSEJARAH YANG ADA DI INDONESIA

Nama: Helena Ria Saputri
Kelas : X.9
NISN : 123293
Email : helenariasaputri@gmail.com


Peristiwa Peninggalan Sejarah

Bangsa Indonesia terbentuk melalui proses sejarah yang panjang selama ratusan bahkan ribuan tahun lamanya. Disamping itu tiap-tiap wilayah di Nusantara memiliki sejarahnya sendiri. Perjalanan sejarah yang panjang di berbagai wilayah di Nusantara tersebut memberikan karakter pada kepribadian suatu masyarakat, suku bangsa maupun bangsa Indonesia sekarang.
Peninggalan sejarah merupakan benda-benda budaya manusia dari masa yang telah lampau. Peninggalan-peninggalan manusia ini dapat berwujud beraneka macam dan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan manusia pada masa itu. Wujud peninggalan sejarah seperti bangunan, peralatan, perhiasan, fosil, lukisan-lukisan pada dinding gua, dll. Peninggalan-peninggalan sejarah yang dikenal dalam masyarakat Indonesia dalam bentuk bangunan di antaranya bangunan punden berundak-undak (dari zaman prasejarah), bangunan candi (dari zaman Hindu-Budha), istana (kraton), masjid (masa Islam), dll. Ada juga peninggalan sejarah yang berupa peralatan kerja seperti kepala batu (zaman prasejarah), keris, alat-alat senjata dari tulang, tombak dari logam (dari zaman Hindu dan Islam), dll. Peninggalan sejarah yang berwujud perhiasn sangat beragam dan bahan dasar yang digunakannya bisa berasal dari tembaga, perunggu, kuningan, perak maupun emas. 

Monumen-monumen Bersejarah

Kata Monumental berasal dari Bahasa Latin, monere yang secara harfiah berarti meningkatkan. Kata ini berkembang menjadi mnemon,mnemonikos yang dalam Bahasa Inggris menjadi mnemonic, berarti sesuatu yang membantu untuk mengingat. Pengertian monumental dalam arsitektur berarti sifat perancangntinggi yang dapat dicapai oleh perancang untuk dapat membangkitkan kenangan atau kesan yang mudah terlupakan.
Pendirian Monumen bertujuan untuk mengenang peristiwa besar yang terjadi di tempat tersebut, juga dipergunakan sebagai tanda untuk menyampaikan pesan kepada generasi penerus bangsa yang tidak pernah mengalami peristiwa seperti ini. Contoh: Monumen Nasional, Monumen Palangan Ambarawa, Tugu Khatulistiwa,Monumen Van der Wijck, Tugu Proklamasi, Monumen Garuda Wisnu Kencana,Tugu Yogyakarta, Monumen Patung Dirgantara,Monumen Bandung Lautan Api,Monumen Kapal Selam.

Moumen Nasional
Monumen Nasional alias Monas, monumen peringatan setinggi 132 meter (433 kaki) ini didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Pembangunan monumen ini dimulai pada tanggal 17 Agustus 1961 di bawah perintah presiden Sukarno, dan dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975. Tugu ini dimahkotai lidah api yang dilapisi lembaran emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala. Monumen Nasional terletak tepat di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat.
Monumen Palagan Ambarawa
Monumen Palagan Ambarawa adalah sebuah monumen yang terdapat di Ambarawa, Kabupaten Semarang. Monumen ini merupakan simbol untuk mengenang sejarah pertempuran Palagan Ambarawa pada tanggal 12 Desember - 15 Desember 1945 Ambarawa. Pasukan Sekutu yang terdesak dari Magelang mengadakan pengunduran ke Ambarawa, dan pasukan TKR yang dipimpin Kolonel Soedirman berhasil menghancurkan Sekutu pada tanggal 15 Desember 1945, dimana kini diperingati sebagai Hari Infanteri. Monumen ini juga terdapat seragam para tentara Jepang, Belanda, dan Indonesia, senjata, tank kuno dan meriam, serta Mustang Belanda yang berhasil ditembak jatuh ke dalam Rawa Pening.

Tugu Khatulistiwa
Tugu Khatulistiwa atau Equator Monument berada di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara, Propinsi Kalimantan Barat. Lokasinya berada sekitar 3 km dari pusat Kota Pontianak, ke arah kota Mempawah. Tugu ini menjadi salah satu ikon wisata Kota Pontianak dan selalu dikunjungi masyarakat, khususnya wisatawan yang datang ke Kota Pontianak.
Monumen Van der Wijck
Monumen Kapal Van der Wijck adalah monumen yang dibangun oleh pemerintah Hindia-Belanda di halaman Kantor Pelabuhan Brondong (bagian wilayah kabupaten Lamongan yang terletak di sebelah utara (daerah pantura)), Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Monumen ini didirikan pemerintah Hindia, Belanda atas jasa nelayan Brondong sebagai ungkapan terimakasihnya karena telah menyelamatkan para awak kapal dan penumpang yang tenggalam pada tahun 1936.




Tugu Proklamasi
Tugu Proklamasi atau Tugu petir adalah tugu peringatan proklamasi kemerdekaan RI. Tugu Proklamasi berdiri di tanah lapang kompleks Taman Proklamasi di Jl. Proklamasi (dahulunya disebut Jl. Pegangsaan Timur No. 56), Jakarta Pusat. Pada kompleks ini juga terdapat monumen dua patung Soekarno-Hatta berukuran besar yang berdiri berdampingan, mirip dengan dokumentasi foto ketika naskah proklamasi pertama kali dibacakan. Di tengah-tengah dua patung proklamator terdapat patung naskah proklamasi terbuat dari lempengan batu marmer hitam, dengan susunan dan bentuk tulisan mirip dengan naskah ketikan aslinya.
Monumen Garuda Wisnu Kencana
Patung Garuda Wisnu Kencana berlokasi di Bukit Unggasan - Jimbaran, Bali. Patung ini merupakan karya pematung terkenal Bali, I Nyoman Nuarta. Monumen ini dikembangkan sebagai taman budaya dan menjadi ikon bagi pariwisata Bali dan Indonesia. Patung tersebut berwujud Dewa Wisnu yang dalam agama Hindu adalah Dewa Pemelihara (Sthiti), mengendarai burung Garuda.  Patung ini diproyeksikan untuk mengikat tata ruang dengan jarak pandang sampai dengan 20 km sehingga dapat terlihat dari Kuta, Sanur, Nusa Dua hingga Tanah Lot. Patung Garuda Wisnu Kencana ini merupakan simbol dari misi penyelamatan lingkungan dan dunia. Patung ini terbuat dari campuran tembaga dan baja seberat 4.000 ton, dengan tinggi 75 meter dan lebar 60 meter. Jika pembangunannya selesai, patung ini akan menjadi patung terbesar di dunia dan mengalahkan Patung Liberty.
Tugu Yogyakarta
Tugu Yogyakarta alias "tugu pal putih" adalah sebuah tugu atau menara yang sering dipakai sebagai simbol/lambang dari kota Yogyakarta. Tugu ini dibangun oleh Hamengkubuwana I, pendiri kraton Yogyakarta. Tugu yang terletak di perempatan Jl Jenderal Sudirman dan Jl. Pangeran Mangkubumi ini, mempunyai nilai simbolis dan merupakan garis yang bersifat magis menghubungkan laut selatan, kraton Jogja dan gunung Merapi. Pada saat melakukan meditasi, konon Sultan Yogyakarta pada waktu itu menggunakan tugu ini sebagai patokan arah menghadap puncak gunung Merapi.
Monumen Patung Dirgantara
Monumen Patung Dirgantara atau lebih dikenal dengan nama Patung Pancoran adalah salah satu monumen patung yang terdapat di Jakarta. Letak monumen ini berada di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Tepat di depan kompleks perkantoran Wisma Aldiron Dirgantara yang dulunya merupakan Markas Besar TNI Angkatan Udara. Posisinya yang strategis karena merupakan pintu gerbang menuju Jakarta bagi para pendatang yang baru saja mendarat di Bandar Udara Halim Perdanakusuma. Rancangan patung ini berdasarkan atas permintaan Bung Karno untuk menampilkan keperkasaan bangsa Indonesia di bidang dirgantara. Penekanan dari desain patung tersebut berarti bahwa untuk mencapai keperkasaan, bangsa Indonesia mengandalkan sifat-sifat Jujur, Berani dan Bersemangat.

Monumen Bandung Lautan Api
Monumen Bandung Lautan Api, merupakan monumen yang menjadi markah tanah Bandung. Monumen ini setinggi 45 meter, memiliki sisi sebanyak 9 bidang. Monumen ini dibangun untuk memperingati peristiwa Bandung Lautan Api, dimana terjadi pembumihangusan Bandung Selatan yang dipimpin oleh Muhammad Toha. Monumen ini berada di tengah-tengah kota yaitu terletak di kawasan Lapangan Tegallega. Monumen ini menjadi salah satu monumen terkenal di Bandung. Monumen ini menjadi pusat perhatian setiap tanggal 23 Maret mengenang peristiwa Bandung Lautan Api.
Monumen Kapal Selam
Monumen Kapal Selam, atau disingkat Monkasel, adalah sebuah museum kapal selam yang terdapat di Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya. Terletak di pusat kota, monumen ini sebenarnya merupakan kapal selam KRI Pasopati 410, salah satu armada Angkatan Laut Republik Indonesia buatan Uni Soviet tahun 1952. Kapal selam ini pernah dilibatkan dalam Pertempuran Laut Aru untuk membebaskan Irian Barat dari pendudukan Belanda. Selain itu di tempat ini juga terdapat sebuah pemutaran film, dimana di tampilkan proses peperangan yang terjadi di Laut Aru.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar